Tampilkan postingan dengan label astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label astronomi. Tampilkan semua postingan
Senin, 04 April 2011
Astronom Temukan Galaksi Tertua di Alam Semesta
Teleskop ruang angkasa Hubble telah mendeteksi sebuah galaksi baru. Ahli astronomi mengklaim telah menemukan galaksi, yang diyakini terbentuk ketika alam semesta masih 'balita'.
Galaksi ini merupakan galaksi tertua yang pernah terdeteksi. Ukurannya yang kecil juga berpotensi menyimpan petunjuk bagaimana bintang terbentuk saat alam semesta masih berusia muda.
Setitik cahaya kecil dari galaksi itu yang berhasil ditangkap oleh telescop Hubble yang mengorbit di Bumi membutuhkan 13,2 ribu juta tahun untuk mencapai Bumi. Artinya, galaksi tersebut hadir sekitar 480 juta tahun setelah Big Bang terjadi.
Meski terdapat kemungkinan bahwa masih ada galaksi lain yang lebih tua dibanding galaksi yang baru ditemukan ini, akan tetapi, menurut para astronom, ia hanya bisa dideteksi oleh sensor generasi mendatang yang akan hadir di teleskop penerus Hubble.
“Kita sudah semakin dekat untuk mendapati galaksi pertama yang diperkirakan terbentuk 200 sampai 300 juta tahun setelah Big Bang,” kata Garth Illingworth, profesor astronomi dan astrofisika dari University of California, Amerika Serikat.
Galaksi ini, kata Illingworth, seperti diberitakan dari Cosmosmagazine, 27 Januari 2010, berusia jauh lebih tua dibanding galaksi yang sudah ditemukan sebelumnya.
Namun meski berusia cukup tua galaksi ini berukuran jauh lebih kecil dibandingkan galaksi-galaksi yang terbentuk setelahnya. Bima Sakti sendiri memiliki ukuran seribu kali lebih besar.
“Kami menghabiskan waktu uji coba selama berbulan-bulan untuk memastikan. Kini kami cukup yakin bahwa inilah galaksi tertua yang pernah ditemukan,” kata Illingworth.
“Jika dibandingkan dengan galaksi Bima Sakti kita, ukuran galaksi ini 100 kali lebih kecil,” ucapnya.
Sama seperti pesatnya jumlah bintang yang ditemukan, demikian pula dengan jumlah galaksi. Fakta ini mendukung teori bahwa terbentuknya galaksi ditempa oleh daya tarik gravitasi oleh apa yang disebut dengan dark matter. Sebagai informasi, astronom mengukur usia bintang menggunakan apa yang disebut dengan redshift. Semakin jauh sinar tersebut berjalan, semakin panjang dan semakin merah menjadi panjang gelombangnya.
Cuaca Ekstrim di Angkasa Luar
Selama beberapa dekade, astronom telah menggunakan teleskop untuk menguraikan kondisi atmosfer di planet yang jauh. Dan menyimpulkan fakta bahwa kita bersyukur telah tinggal di bumi ini.
1. Iron rain (Hujan Besi)
Disebut "bintang gagal", planet brown dwarf ini adalah planet yang baru ditemukan di tata surya kita. Warna cokelat menandakan bahwa planet ini memiliki unsur ferum (besi) yang tinggi.
Planet ini memiliki badai seperti yang ada di jupiter dan menghempaskan besi-besi ke permukaan nya. Brown dwarf ini semakin dingin dari waktu ke waktu, molekul gas mengembun menjadi cairan besi-besi awan dan hujan.
Dengan pendinginan lebih lanjut, badai besar menyapu menjauh awan, membiarkan cahaya inframerah terang tersebar ke luar angkasa.
2. Dust Buster (Pelebur Debu)
Mars diketahui telah menghempaskan badai debu yang melanda seluruh belahan mars. Debu berwarna karat ini dapat tertiup dengan kecepatan 60-100 mph (97-161 kilometer) per jam, yang berlangsung selama berminggu-minggu.
Begitu dimulai, kabut tak tertembus ini dapat menyelimuti lebih dari separuh planet, meningkatkan suhu 30 derajat Celcius di belahan mars.
3. Close Encounter (Tabrakan Badai Terbesar)
Dua bintik bulatan di planet jupiter diatas adalah badai yang sedang mengamuk di planet tersebut. Dari ukuran badainya saja dapat kita ketahui. Yang besar dinamakan the great Red Spot, badai yang lebih dari dua kali lipat lebar Bumi dengan 350-mph ((563 kph) angin dan yang kecil (badai) di namakan Red Jr.
Walaupun tidak sepenuhnya dipahami, para ilmuwan berpikir warna merah berkorelasi dengan intensitas badai-angin lalu membangkitkan senyawa kimia dari bawah awan dan mengangkat mereka ke tempat yang tinggi, ditambah sinar ultraviolet sehingga menghasilkan rona bata.
4. Freeze Frame(rangka es)
Suhu di Uranus bisa mencapai di bawah minus 300 derajat Fahrenheit (89 Kelvin). Uranus memiliki rotasi 17 jam namun revolusi yang mencapai 84 tahun menyebabkan musim (ekstrim) akan lama berganti. Kadang-kadang kondisinya bisa begitu dingin sehingga gas metana di atmosfer mengembun menjadi metana kristal-awan.
5. Windy World (Dunia Angin)
Di Neptunus ditemukan gemuruh angin yang bertiup lebih banyak dan kuat daripada yang ada di Bumi, mencapai 1.500 mph (2.414 kph). Seiring dengan rotasi planet yang cepat (sekitar 16 jam) sehingga menyebabkan konveksi panas-dingin yang cepat juga, lalu dapat mempengaruhi kecepatan angin dan menciptakan kecepatan yang melebihi kecepatan angin di bumi
6. Planet Popsicle (planet es)
Rabu, 15 Desember 2010
A1689-zD1: Galaksi Terjauh dan Tertua di Alam Semesta

“Ukurannya lebih kecil dan tipis. Galaksi itu memiliki dua pusat dan memiliki formasi bintang-bintang yang lebih ekstrem,” jelas Holland Ford, profesor astronomi dari Johns Hopkins University, AS.
Untuk melihat objek sejauh itu, para astronom menggunakan metode yang disebut lensa galaksi. Metode tersebut mengandalkan sekelompok galaksi yang letaknya lebih dekat dengan Bumi untuk digunakan sebagai lensa tambahan dan berfungsi memperkuat daya pandang teleskop Hubble maupun Spitzer.
Embrio galaksi penuh dengan kelahiran bintang di awal alam semesta, kurang dari satu miliar tahun setelah Big Bang. Image: NASA, ESA, dan Bacon G. (Space Telescope Science Institute)
Ini adalah sebuah gambaran yang menunjukkan zaman kosmik alam semesta dari Big Bang hingga saat ini. Galaksi yang baru ditemukan A1689-zD1 pada pergeseran merah dari 7,6 ~ diindikasikan pada posisi yang bersesuaian, muncul sebagai itu hanya 700 juta tahun setelah Big Bang.
Karena letak galaksi sangat jauh, cahayanya perlu waktu sangat lama untuk menghubungi kami, jadi apa yang kita lihat sekarang merupakan sebuah snapshot dari bagaimana galaksi ini tampak 13 miliar tahun lalu. Pada titik waktu, galaksi pasti baru dibentuk, sehingga pengamatan baru memberikan gambaran bayi.
“Kami terkejut menemukan seperti galaksi muda yang cerdas 13 miliar tahun di masa lalu,” ujar astronom Garth Illingworth dari University of California, Santa Cruz, anggota tim peneliti. “Ini adalah tampilan paling detail untuk tanggal pada obyek yang begitu jauh ke masa lalu.”
Selasa, 07 Desember 2010
Astronom Temukan Planet Air Raksasa
Astronom menemukan sebuah planet yang tertutupi lautan dengan kedalaman lebih dari 15.000 km.
Planet yang dinamakan GJ1214b ini diliputi oleh atmosfir hidrogen permanen yang sangat tebal dan helium yang menutupinya dari cahaya matahari. Meski demikian, planet ini memiliki temperatur permukaan yang cukup ekstrim dan konstan, yaitu sekira 120 hingga 282 derajat celcius.
"Akan sangat sulit membayangkan ada kehidupan seperti di Bumi pada planet tersebut. GJ1214b sangat panas dan gelap, dan kemungkinan besar planet itu tidak memiliki dataran berbatu seperti di Bumi," kata David Charbonneau dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics seperti dikutip dari Guardian, Kamis (17/12/2009).
"Namun dengan menggunakan Hubble, kita bisa melihat keadaan atmosfir planet itu. Kita bisa menduga apakah GJ1214b bisa dihuni atau tidak. Akan sangat menarik jika kita menemukan oksigen di atmosfir planet itu. Karena di Bumi, semua oksigen di atmosfir bersumber dari kehidupan," tambahnya.
Charbonnea dan timnya menggunakan delapan teleskop untuk mendeteksi planet berair yang mengorbit pada jarak sekira dua juta kilometer dari matahari. Berdasarkan pengukuran awal, astronom menduga massa planet itu 6,6 kali lebih besar dari Bumi dengan komposisi sekira 75 persen air, 22 persen silikon dan 3 persen zat besi.
Sumber : Okezone.com
Planet yang dinamakan GJ1214b ini diliputi oleh atmosfir hidrogen permanen yang sangat tebal dan helium yang menutupinya dari cahaya matahari. Meski demikian, planet ini memiliki temperatur permukaan yang cukup ekstrim dan konstan, yaitu sekira 120 hingga 282 derajat celcius.
"Akan sangat sulit membayangkan ada kehidupan seperti di Bumi pada planet tersebut. GJ1214b sangat panas dan gelap, dan kemungkinan besar planet itu tidak memiliki dataran berbatu seperti di Bumi," kata David Charbonneau dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics seperti dikutip dari Guardian, Kamis (17/12/2009).
"Namun dengan menggunakan Hubble, kita bisa melihat keadaan atmosfir planet itu. Kita bisa menduga apakah GJ1214b bisa dihuni atau tidak. Akan sangat menarik jika kita menemukan oksigen di atmosfir planet itu. Karena di Bumi, semua oksigen di atmosfir bersumber dari kehidupan," tambahnya.
Charbonnea dan timnya menggunakan delapan teleskop untuk mendeteksi planet berair yang mengorbit pada jarak sekira dua juta kilometer dari matahari. Berdasarkan pengukuran awal, astronom menduga massa planet itu 6,6 kali lebih besar dari Bumi dengan komposisi sekira 75 persen air, 22 persen silikon dan 3 persen zat besi.
10 Fakta Mengesankan Tentang Hidup di Luar Angkasa
1.Satu hari mengalami 17x matahari terbit

Matahari terbit dan terbenam setiap 90 menit di orbit , sehingga sangat sulit untuk tidur nyenyak karena tidak adanya hari normal / siklus malam. Untuk mengatasi ini, administrator ISS mengatur jadwal astronot untuk menjaga agar kegiatan mereka sesuai. Jam onboard ISS diset ke Greenwich Mean Time (GMT). Untuk menjaga astronot tetap pada jadwalnya, Mission Control melakukan panggilan saat bangun tidur. Untuk mengisi waktu Mereka biasanya memainkan musik dan kegiatan sejenisnya

Matahari terbit dan terbenam setiap 90 menit di orbit , sehingga sangat sulit untuk tidur nyenyak karena tidak adanya hari normal / siklus malam. Untuk mengatasi ini, administrator ISS mengatur jadwal astronot untuk menjaga agar kegiatan mereka sesuai. Jam onboard ISS diset ke Greenwich Mean Time (GMT). Untuk menjaga astronot tetap pada jadwalnya, Mission Control melakukan panggilan saat bangun tidur. Untuk mengisi waktu Mereka biasanya memainkan musik dan kegiatan sejenisnya
2.Anda Akan Tumbuh lebih tinggi

Tanpa gaya tekan gravitasi, tulang belakang Anda berkembang dan Anda tumbuh lebih tinggi, biasanya antara 5cm dan 8cm. Sayangnya, tinggi ekstra dapat membawa komplikasi, yang dapat mencakup masalah sakit punggung dan saraf.
3.Berhenti Mendengkur

Sebuah studi 2001 menunjukkan bahwa astronot yang mendengkur di Bumi tertidur diam di ruang angkasa. Itu karena gravitasi memainkan peran yang dominan dalam generasi apneas, hypopneas, dan mendengkur. NASA bahkan telah merekam aktivitas awak kapal yang sering mendengkur , tetapi efek gravitasi nol muncul untuk mengurangi mendengkur.
4.Beberapa makanan dan bumbu membutuhkan penambahan air untuk dimakan

Dalam pesawat, garam dan merica tersedia tetapi hanya dalam bentuk cair. Hal ini karena astronot tidak menaburkan garam dan merica pada makanan mereka di ruang angkasa. Garam dan merica hanya akan mengambang. Sangat berbahaya karena bisa menyumbat ventilasi udara, mencemari peralatan atau terjebak dalam mulut, mata atau hidung astronot.
5.Astronot terlama yang tinggal di pesawat selama 438 hari

Rekor untuk misi terlama dipegang oleh kosmonot Rusia Valeri Polyakov, yang menyelesaikan 438 hari (atau 14 bulan) perjalanan dinas di dalam stasiun ruang angkasa Mir pada tahun 1995

Tanpa gaya tekan gravitasi, tulang belakang Anda berkembang dan Anda tumbuh lebih tinggi, biasanya antara 5cm dan 8cm. Sayangnya, tinggi ekstra dapat membawa komplikasi, yang dapat mencakup masalah sakit punggung dan saraf.
3.Berhenti Mendengkur

Sebuah studi 2001 menunjukkan bahwa astronot yang mendengkur di Bumi tertidur diam di ruang angkasa. Itu karena gravitasi memainkan peran yang dominan dalam generasi apneas, hypopneas, dan mendengkur. NASA bahkan telah merekam aktivitas awak kapal yang sering mendengkur , tetapi efek gravitasi nol muncul untuk mengurangi mendengkur.
4.Beberapa makanan dan bumbu membutuhkan penambahan air untuk dimakan

Dalam pesawat, garam dan merica tersedia tetapi hanya dalam bentuk cair. Hal ini karena astronot tidak menaburkan garam dan merica pada makanan mereka di ruang angkasa. Garam dan merica hanya akan mengambang. Sangat berbahaya karena bisa menyumbat ventilasi udara, mencemari peralatan atau terjebak dalam mulut, mata atau hidung astronot.
5.Astronot terlama yang tinggal di pesawat selama 438 hari

Rekor untuk misi terlama dipegang oleh kosmonot Rusia Valeri Polyakov, yang menyelesaikan 438 hari (atau 14 bulan) perjalanan dinas di dalam stasiun ruang angkasa Mir pada tahun 1995
Selasa, 12 Oktober 2010
10 Galaksi Teridah di Jagad Raya
Teleskop HubbleSpace adalah kolaborasi antara NASA dengan European Space Agency yang sudah beroperasi selama 20 tahun tidak henti-hentinya mengambil foto-foto luar angkasa. HubbleSpace merupakan salah satu teleskop terbagus NASA. Para astronom pun memilih 10 foto galaksi terindah dari sekian banyak foto galaksi yang pernah diambil oleh teleskopo HubbleSpace ini.
Berikut adalah 10 foto Galaksi terindah di Jagad raya yang fotonya pernah diambil oleh Teleskop HubbleSpace :
Berikut adalah 10 foto Galaksi terindah di Jagad raya yang fotonya pernah diambil oleh Teleskop HubbleSpace :
1. The Sombrero Galaxy
2. The Ant Nebula
3. Nebula NGC 2392
Kamis, 06 Mei 2010
Knowing about Cassiopeia..
Cassiopeia (diucapkan / kæsi ˌ ː əpi ː ə / Cássiopéia, colloquially / ˌ kæsioʊpiə / Cássiópeia; genitif Cassiopeiae / ˌ ː kæsiəpi. i ː /) adalah suatu rasi bintang di belahan utara yang melambangkan ratu legenda dari Ethiopia, Cassiopeia, yang merupakan istri dari Cepheus dan ibu dari Andromeda. Rasi ini adalah salah satu dari 88 rasi bintang modern, dan juga satu dari 48 yang didaftar oleh Ptolemy

Cassiopeia berisi dua bintang yang dapat dilihat dengan mata telanjang karena termasuk di antara yang paling terang di galaksi. Dua obyek Messier, Messier 52 (NGC 7654) dan Messier 103 (NGC 581) terletak di Cassiopeia. Keduanya merupakan kelompok yang terbuka dan menjadi yang ketujuh paling terang yang dapat dilihat dengan menggunakan teropong.
Keterangan ilmiah bintang ini ditulis oleh Tycho Brahe.
Cassiopeia berisi dua bintang yang dapat dilihat dengan mata telanjang karena termasuk di antara yang paling terang di galaksi. Dua obyek Messier, Messier 52 (NGC 7654) dan Messier 103 (NGC 581) terletak di Cassiopeia. Keduanya merupakan kelompok yang terbuka dan menjadi yang ketujuh paling terang yang dapat dilihat dengan menggunakan teropong.
Keterangan ilmiah bintang ini ditulis oleh Tycho Brahe.
Minggu, 11 Oktober 2009
Rasi Bintang : Scorpius Si Kalajengking Pembunuh
Tadi abis mampir ke site-nya langitselatan, terus baca- baca seputar astronomi,, ketemu postingan ini, baguss, dan karena zodiak saya juga scorpio jadilah dimasukin ke blog sendiri.. ^^Alkisah ada seorang pemburu yang gagah perkasa bernama Orion. Suatu waktu ia pergi ke Pulau Kreta dan menghabiskan waktunya disana dengan berburu, ditemani oleh Dewi Artemis dan Leto.
Sang pemburu sangat percaya diri akan kemampuan berburunya dan yakin bahwa ia mampu mengalahkan dan membunuh segala macam makhluk buas yang ada di muka Bumi. Mendengar ini, Dewi Bumi, Gaia, pun marah dan sengaja melepaskan seekor kalajengking raksasa, Scorpius, untuk mengalahkan Orion. Scorpius berhasil membunuh Orion dengan sengatan capitnya. Sebagai pelajaran untuk manusia agar tidak berlaku sombong di atas muka Bumi dan atas permintaan Artemis dan Leto, Dewa Zeus menempatkan dua makhluk ini di langit sebagai sebuah kenangan atas apa yang telah terjadi.
Meskipun keduanya hadir dalam kisah mitologi yang sama, tempat Orion dan Scorpius di langit tidak pernah berdekatan. Malahan, letaknya berseberangan. Seiring dengan kemunculan rasi Scorpius di kaki langit dekat horison, rasi Orion pun perlahan mulai tenggelam di kaki langit seberangnya. Konon sengaja ditempatkan demikian untuk menghindari pertarungan lebih lanjut antara keduanya. Demikianlah asal usul rasi Scorpius hadir di langit malam seperti dikisahkan dalam mitologi Yunani.
Rasi Scorpius adalah salah satu rasi bintang yang menonjol di langit selatan dan tergolong ke dalam 12 rasi bintang zodiak. Di antara rasi bintang lainnya, Rasi Scorpius merupakan rasi yang paling jelas merepresentasikan sebutannya: kalajengking. Sangat mudah mengidentifikasi rasi ini karena bentuk melengkungnya yang sangat jelas dan ekor panjangnya yang mengarah ke selatan, ditambah lagi dengan bintang merah terang, Antares, di jantung rasi ini.
Minggu, 02 Agustus 2009
Luar Angkasa




Suka banget ngeliat luar angkasa. Tau gak cita- cita saya ini dari SD pengen jadi astronot lho. Hahaha.. sampai sekarang pun masih bermimpi bisa jadi astronot. Gak tau kenapa suka banget kalo ngeliat langit di malam hari. Rasanya tenang banget. Sejak masih SD hampir setiap malam saya terus memandang langit yang berbintang, betul- betul pemandangan yang indah. Tapi sekarang sudah agak jarang menikmati cahay bintang, jadi mungkin penglihatanku pun mulai berkurang kepekaannya. Apalagi di tempat aku tinggal sekarang, Jakarta, langit udah gak bersih lagi terlalu banyak cahaya. Pokoknya sampai kapanpun pengen pergi ke luar angkasa dan bisa kerja di NASA. Yah.. walaupun kelihatannya mustahil, tapi siap yang tahu?? Seandainya gak bisa kerja di NASA, tapi seenggak- enggaknya pengen punya teman yang kerja di NASA..
Photo itu diambil oleh astronot NASA waktu mereka tugas di luar angkasa tentunya..
Silakan dinikmati...... ^^
Langganan:
Postingan (Atom)



