Tampilkan postingan dengan label alam terbuka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alam terbuka. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Januari 2011

Badai Giri Family...

Saya udah pernah janji kan mau ngenalin bocah-bocah unik plus gila nan ajaib my family... Badai Giri... Okeh inilah saudar-saudara saya tersayang itu. Wkwkwkwkwk....

Pakai nama panggilan aja ya entar kalo pake nama asli jadi terkenal kita.. Hahahahahaa... Nama panggilan ini juga ada sejarahnya lho, keramat dah ini nama. Kapan-kapan aja diceritain lagi....

Yang Jadul Masih Berkenang.. ^__________^ *kiss n hug my dear*




Here is 9 person of  Badai Giri Family.....

Cepot



Bulu...



Sarwani.. Aduh maap banget nyari foto Sarwani yang sendiri gak nemu. Sarwani tuh yang make helm yang kedua dari kiri...



 Menyan... It's me...



Combro..



Sinden..



Papuy..



 Mami Lemay..




 Papi Sontol.. si kuda nil....



Photo-photo kita yang lain..



Senin, 01 November 2010

Lokasi Diving Menakjubkan di Indonesia

Lebih dari 5 juta meter persegi perairan mengelilingi negara kepulauan Indonesia. Tidak diragukan lagi, Indonesia menjadi tempat bernaung bagi ratusan bahkan ribuan spesies makhluk bawah air dan gugusan karang yang indah dan berwarna-warni. Pastinya negara ini menawarkan banyak lokasi penyelaman yang merupakan impian kebanyakan penyelam.

Akibat keadaan politik yang sering bergejolak dan peringatan untuk wisatawan yang biasanya terlalu berlebihan, Anda akan jarang menemukan negara ini dalam daftar perjalanan kebanyakan turis. Untungnya bagi wisatawan yang berani dan berjiwa petualang, ini berarti lebih sedikit turis dan lebih banyak ketenangan, sehingga Anda lebih dapat menikmati keindahan sesuka Anda. Berikut adalah daftar dari delapan tempat menyelam yang menakjubkan di Indonesia.

Pulau Bintan, Riau

Mungkin ini adalah pulau yang paling mudah dicapai dari luar Indonesia, tempat penyelaman ini hanya satu jam dari kebisingan Singapura. Pulau ini memiliki hamparan pantai berpasir putih sepanjang 18 km dengan kehidupan lautnya yang kaya, serta beragam lokasi menyelam untuk Anda nikmati.

Tidak jauh dari garis pantai sebelah utara, terdapat ngarai kecil sedalam 8 meter dengan dasar yang rata, sangat cocok untuk Anda yang baru pertama kali belajar scuba diving. Tempat unik lainnya adalah lokasi kapal karam, Anda dapat mengeksplorasi sisa-sisa kapal tanker tua yang karam bertahun-tahun lalu di kedalaman laut.

Kepulauan Seribu, Jakarta

Area unik ini terdiri dari ratusan pulau kecil (makanya dilebih-lebihkan jadi 'Kepulauan Seribu'), adalah tempat wajib bagi penyelam asal Jakarta. Dari bermacam pulau tersebut, beberapa yang terkenal yaitu Pulau Kotok Besar, Pulau Kotok Kecil, Karang
Bongkok, Pulau Sepa dan Pulau Pantara.
Pulau Seribu sangat mudah dicapai, Anda hanya perlu menyewa speedboat dari Marina atau kapal nelayan dari satu dari sekian pelabuhan. Hanya sekitar satu atau dua jam dari Jakarta, Anda akan bisa menyelam sepuasnya. Beberapa pulau yang lebih besar
menyediakan akomodasi lebih baik sekelas resort dan villa, tetapi Anda butuh menyewa kapal untuk mencapai pulau-pulau kecil – tempat karang-karang indah berada!

Karimun Jawa, Jawa Tengah

Bagian lain dari Laut Jawa yang juga merupakan surga bagi para penyelam adalah sebuah pulau di seberang laut dari Semarang, Jawa Tengah. Tempat ini, disebut Karimun Jawa, merupakan rangkaian 27 pulau kecil dikelilingi oleh laut yang kaya akan gugus karang biru Acropora. Para penyelam dapat menjelajahi sisa-sisa dari Indonour, sebuah kapal pedagang kuno yang karam pada 1955. Suguhan tambahan di sini adalah beragam penyu laut yang ditetaskan di taman perlindungan alam.

Jumat, 18 Juni 2010

TN KarimunJawa, Pesona Keindahan Laut Jawa

undefined

Karimun berasal dari bahasa Jawa yaitu kremun yang artinya kabur atau samar-samar. Diberi nama tersebut karena kepulauan ini terlihat samar-samar dari Pulau Jawa yang disebabkan letaknya yang cukup jauh dari Pulau Jawa. Untuk mencapai Karimunjawa memakan waktu sekitar 4 sampai 6 jam dari daratan Pulau Jawa dengan menggunakan Kapal Motor Cepat dari Semarang atau Jepara. Rasanya, cocok dengan namanya, karena memang memakan waktu yang cukup lama untuk tiba di pulau ini.
Berenang bersama hiu di KarimunjawaKepulauan Karimunjawa menjadi surga dari para penyelam (diver). Anda dapat melakukan berbagai kegiatan di dalam jernihnya air. Berenang, menyelam (diving), atau snorkeling akan terasa menyenangkan.
Keindahan terumbu karang serta ikan berwarna-warni di dalam laut akan menjadi daya tarik untuk bermain-main di dalam air. Air laut di Karimunjawa sangat jernih dan bening, sehingga Anda bisa melihat dasar laut dengan jelas. Bagi Anda yang hobi memancing, Anda juga bisa melakukannya di beberapa pulau di Karimunjawa.
Untuk mengunjungi pulau-pulau yang ada di Karimunjawa, Anda bisa menggunakan perahu nelayan. Waktu yang diperlukan tidak terlalu lama untuk mengunjungi beberapa pulau sekaligus karena letaknya yang tidak berjauhan. Ada pula perahu yang dilengkapi dengan kaca pada bagian bawah perahu (glass bottom boat) yang cocok bagi Anda yang tidak ingin menyelam tetapi ingin tetap dapat melihat terumbu karang atau ikan-ikan di dalam air laut.


Minggu, 11 Oktober 2009

Kangen Rock Climbing...

Kangen panjat tebing..~~
Ahh... kapan yah bisa manjat tebing lagi. Pengen ke citatah, pengen manjat disana lagi.
Photo- photo saya waktu panjat tebing, cuma sebagian seh yang diposting, abis lama uploadnya.. ^0^


Photo di atas itu waktu lagi climbing di kelapa nunggal.. Keren kan saya..


Kalo ini di Top of Tebing Citatah 125.. with Badai Giri..



ini juga di Citatah 125.. with Big Family of Impeesa... my old memories.. T.T

Kangen mau panjat tebing lagi.....~~
Ayoo teman- teman kita berpetualang lagi... I'm ready.. ^^

Minggu, 02 Agustus 2009

Wisata Bahari di Pulau Perak











Ini kegiatan dilakukan udah lama banget sekitar setahun yang lalu lah, tapi berhubung saya baru punya blog jadi baru sempet berbagi cerita deh. Gak apa- apa kan ya. Seinget saya, hari itu merupakan hari pertama bagi kami, AMI angkatan Badai Giri untuk memulai perjalanan dalam rangka Pemantapan Divisi Selam yang akan dilaksanakan di Pulau Perak, Kepulauan Seribu. Jam menunujukkan pukul 04:30 pada saat kami bangun pagi. Segera mungkin kami segera membereskan peralatan dan perlengkapan yang sudah rapi di Packing malam harinya untuk di checklist ulang agar tidak ada yang tertinggal. Pukul 06:15 tepat kami berangkat menuju Muara Angke menggunakan bis Perbanas yang kami pinjam dan tiba disana pukul 06:40.
Kami langsung mengangkut barang- barang ke kapal karena kapal akan segera berangkat dan sudah dipenuhi oleh banyak penumpang. Kapal berangkat pukul 07:25 menuju Pulau Kelapa terlebih dahulu karena memang tidak ada kapal yang langsung menuju Pulau Perak dan kami makan pagi di atas kapal. Keadaan ombak hari itu cukup tenang dan tidak terlalu besar sedangakan cuaca cukup panas, untunglah diantara rombongan kami tidak ada yang mabuk laut. Didalam kapal ada sebagian yang bercengkrama dan ada pula yang tertidur cukup pulas.
Perjalanan memakan waktu kurang lebih 3 jam lamanya untuk sampai di Pulau Kelapa. Setelah mengurus perizinan pulau, perjalanan dilanjutkan kembali menuju Pulau Perak dengan menyewa perahu kecil yang cukup untuk menampung rombongan kami yang berjumlah 17 orang. Kami tiba di Pulau Perak pukul 12:40 dan segera mungkin kami mendirikan bivoack untuk tempat kami beristirahat. Selesai mendirikan bivoack pukul 13:20 kami segera memasak untuk makan siang yang ternyata kami sudah dibantu memasak oleh Gery. Setelah selesai ishoma, kami bersiap- siap untuk melakukan snorkling. Begitu kami bertujuh para AMI sampai di dermaga kapal, tiba- tiba saja kami didorong oleh para senior kedalam laut, padahal jarak dari atas dermaga ke permukaan air lumayan cukup tinggi kira- kira ada 2 meter. Alhasil kami para AMI kalang kabut menghindar untuk dijorokin kedalam air, tapi tetap saja kami kalah dan kami semua tercebur kedalam air. Didalam air kami saling berebut untuk saling berpegangan satu sama lain karena saat itu senior belum melemparkan pelampung, padahal banyak diantara kami yang belum begitu mahir berenang. Kami semua panik agar tidak tenggelam tapi senior diatas malah menertawakan kami sampai puas. Sampai diantara kami ada yang mau tenggelam baru deh pelampungnya dilempar dan senior turun untuk membantu kami. Dasar mereka begitu tega sama kami tapi tidak mengapa sebab itu menjadi kejadian yang paling lucu dalam hari pertama perjalanan kami.
Setelah puas minum air laut kami naik dulu ke dermaga. Ternyata diantara kami sudah ada yang disambut oleh mahluk laut yang sangat menggemaskan, apalagi kalau bukan bulu babi. Teman kami Dwi(Sinden) terkena bulu babi di bagian pantatnya(hehehe….) dan celananya ada yang sobek dibagian dengkul karena terkena paku atau karang mungkin. Setelah semua kejadian itu kami melakukan snorkling yang membuat kami merasa kagum akan keindahan bawah laut dan itu merupakan sesuatu yang baru bagi kami semua para AMI walaupun kami masih dibimbing oleh para Buddy dan berlatih trappen sampai pukul 17:00.
Setelah melakukan praktek snorkling dan trappen kami mencuci alat dengan air tawar sampai dengan pukul 18:00. Setelah mencuci alat kami bersiap untuk makan malam dengan menu khas laut, apalgi kalau bukan ikan. Selesai makan malam dan mencuci peralatan makan kami beserta senior divisi selam melakukan review sampai pukul 21:00 dan setelah itu kami semua tidur dengan nyenyak.

Esok paginya, aat matahari mulai menunjukkan wajahnya kami ikut terbangun. Hari itu merupakan hari yang ditunggu- tunggu oleh kami semua karena kami akan melakukan diving. Setelah bangun kami bersiap- siap untuk memasak sarapan yang menunya hari itu ayam goreng dan indomie, cukup untuk memberikan tenaga bagi kami semua. Sehabis sarapan kami melakukan persiapan dengan mempersiapkan alat yang akan digunakan dan melakukan pemanasan agar tidak kram. Setelah semua siap kira- kira pukul 07:30 sebelum menyelam kami dibimbing oleh Buddy memasang alat secara benar yang akan digunakan untuk diving. Setelah semua siap, kira- kira pukul 08:00 dimulailah diving dengan urutan yang pertama adalah Pani(Sontol) dan Sisil(Menyan) dengan Buddy Celenk dengan gaya lompatan giant step. Saat pertama kali menceburkan diri kedalam air kami agak panik tapi setelah agak lama kami menyesuaikan diri, rasa panik itu sedikit hilang. Akhirnya kira- kira pukul 09:00 kami benar- benar sudah masuk kedalam air. Saat baru pertama kali masuk kedalam air, saya(Menyan) sempat kehilangan Pani(Sontol) tapi akhirnya kami bersatu juga. Karena kami baru pertama kali melakukan diving kami belum terlalu bisa didalam air, dan oleh karena itu saya jadi menginjak- injak karang dibawah sampai pasir naik semua. Setelah ditarik oleh Buddy barulah keadaan mulai terkendali. Kami menyelam kira- kira pada kedalaman 6-7 meter selama 7-10 menit karena Sontol saat itu sedang pilek dan ia menderita sinekuis. Keindahan bawah laut benar- benar menakjubkan. Selagi kami berdua diving, teman- teman kami yang lain melakukan floating . Setelah Sontol dan Menyan kembali ke permukaan selanjutnya yang menyelam adalah Wenny(Bulu) dan Bagus(Combro) dengan Buddy kadiv selam Nova(Veldples) dan waktu saat itu sudah menunjukkan pukul 10:30 dan keadaan ombak saat itu sudah mulai besar. Selagi mereka diving, saya(Menyan) , Septi(Lemay), dan Pani(Sontol) mencuci peralatan masak yang tadi belum sempat kami cuci, sementara yang lainnya ada yang berlatih. Kira- kira pukul 12:30 kami melihat Bulu, Combro, dan Veldples terdampar di sekitar hamparan bulu babi, sepertinya mereka mengalami trouble yang disebabkan isi tabung Buddy mereka tinggal sedikit yang mengharuskan mereka untuk segera naik. Kami semua membantu mereka untuk melewati bulu babi dan sebagian ada yang terluka karena terkena bulu babi dan karang.
Setelah itu para senior memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu dan makan siang yang teah disiapkan oleh Gery yang dibantu kami, para AMI perempuan yang sangat menggugah selera. Selesai ishoma giliran Dwi(Sinden) dan Haris(Papuy) dengan Buddy Yogi Ikhsan(Oma) yang melakukan diving dengan gaya lompatan back roll. Keadaan ombak sudah mulai besar. Sementara mereka diving kami yang lainnya melakukan praktek teknik menghindar di dermaga. Dari penuturan mereka berdua sepertinya mereka sangat menikmati sekali hal tersebut apalagi mereka bisa mengendalikan badan mereka sehingga tidak merusak karang. Selesai mereka diving, selanjutnya adalah giliran Septi(Lemay) yang melakukan diving dengan Buddy Celenk dan Gery. Saat akan melompat kedalam air, entah kenapa Lemay sangat ketakutan. Dari hari pertama Lemay selalu dipaksa untuk melompat bahkan harus dimarahi terlebih dahulu. Sepertinya ia sangat phobia akan melompat. Tapi akhirnya Lemay merasakan bagaimana enaknya diving itu. Rata- rata kami menyelam selama 7-10 menit dengan kedalaman 6-9 meter.
Setelah semua AMI melakukan diving yang selesai pukul 15:30 kami semua menikmati acara bebas sampai pukul 17:15. Ada yang snorkling sambil mencari karang untuk dibawa pulang, ada yang berjemur di dermaga, sementara senior melanjutkan diving. Setelah selesai kami membersihkan badan sampai pukul 19:00. Setelah itu kami makan malam baru kemudian mencuci alat. Setelah semuanya beres, dimulailah review malam pukul 21:00 membahas semuanya yang kami lakukan selama seharian dan kesan selama di pulau tersebut. Selesai review pukul 23:00 kami tidur dan ada sebagian yang mengobrol sambil membakar ikan.




Minggu pagi yang cerah. Kami semua bangun kesiangan karena semalam kami begadang. Kami langsung membereskan peralatan dan perlengkapan agar tidak ada yang ketinggalan. Sambil membereskan peralatan dan perlengkapan, kami tidak lupa untuk sarapan terlebih dahulu dengan roti tawar agar nantinya kami tidak mabuk laut. Setelah semuanya beres, kami bersiap untuk pulang, sebelumnya kami meminta izin terlebih dahulu kepada penjaga pulau tersebut. Kami meninggalkan Pulau Perak kira- kira pukul 07:20 menuju Pulau Kelapa. Sesampainya di Pulau Kelapa pukul 08:45.
Ternyata begitu kami tiba di Pulau Kelapa, kapal yang akan kami tumpangi menuju Muara Angke sudah berangkat dan kami ketinggalan kapal tersebut. Karena menyadari banyak waktu luang, akhirnya kami semua memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu di salah satu warung yang ada di pula tersebut. Setelah selesai makan siang kami segera bersiap untuk menuju Pulau Pramuka, karena memang kapal yang menuju Muara Angke lagi hanya ada di Pulau Pramuka. Setelah semua barang diangkut ke dalam kapal yang kami sewa, kapal segera berangkat. Keadaan ombak hari itu cukup besar. Ditengah perjalanan kami menuju Pulau Pramuka kami ditemani oleh kawanan lumba- lumba yang muncul sesaat cukup untuk menghibur kami yang mulai mengantuk karena lelah. Pukul 10:15 kami kami tiba di Pulau Pramuka. Kapal yang akan menuju Muara Angke datang pukul 12:30 dan untuk mengisi waktu, sebagian dari kami ada yang berjalan- jalan menyusuri pulau dan ada pula yang duduk- duduk sambil menikmati pemandangan di sekitar pulau.
Pukul 12:30 kapal yang kami tunggu- tunggu akhirnya datang juga. Setelah mengangkut semua barang ke dalam kapal dan semuanya siap, kapal segera berangkat menuju Muara Angke. Selama perjalanan kebanyakan diantara kami sudah banyak yang lelah dan memilih untuk tidur tapi banyak pula yang masih bersemangat menikmati akhir perjalanan kami selama 3 hari. Tiba di Muara Angke pukul 15:30 dan kami masih harus menunggu bis Perbanas yang datang untuk menjemput kami. Akhirnya bis tiba dan tanpa menunggu lebih lama lagi kami segera mengangkut barang- barang ke dalam bis. Dalam perjalanan menuju kampus banyak yang tertidur karena kami semua sangat lelah. Akhirnya kami tiba dengan selamat di kampus kurang lebih pukul 17:30. Huffh… akhirnya selesai sudah perjalanan kami dalam rangka Pemantapan Divisi Selam selama 3 hari di Pulau Perak yang penuh dengan kejutan.
Begitulah cerita saya dan kawan- kawan di Pulau Perak, walaupun kepanjangan sey... Heheheee...









Kamis, 30 Juli 2009

Journey to Gede Mountain




hHaahh... baru sempet nulis setelah sekian lama disibukkan oleh berbagai macam hal. Karena bingung mau nulis apaan, jadi nulis tentang perjalanan saya dan teman- teman saya waktu trekking ke gunung gede aja yah??Udah agak lama seh perginya sekitar awal Mei. Waktu itu naek, gak banyak latihan fisik, so jadinya pas trekking terasa lebih berat dibandingkan waktu naek ke gunung salak. Udah gitu yah,,kita naeknya pun dadakan banget dah, kacau..
Oke lanjut aja yah, waktu itu say naek sama sahabat" saya Badai Giri, terdiri dari saya sendiri yang paling imut, Dwi, Septi,Iwan,Papuy,Combro alias Bagus,Sontol(Pani deng.. ayng tak lain dan tak bukan adalah kembarannya Budi Anduk.. haahhaa.. Uuppss..),dan Wenny. Jdi waktu itu kami berangkat dari jakarta sekitar jum'at malam jam 10-an(kalau gak salah..) menuju UKI naek bus yang cuma sampe Bogor, soalnya waktu itu udah malam gak ada bis dari UKI yang langsung menuju Bandung, jadi kita nyambung bis lagi pas di Bogor, harga bisnya lupa berapa. Nyampe di Cibodas sekitar jam 2an lewat kali ya, abis itu kami gak langsung naek tapi istirahat dulu du warungnya Pak Maman dan ternyata disitu penuh sekali teman- tteman.. banyak juga pendaki yang mau naik ke Gede seperti kami. OUHH... Hatiku senang sekali karena baru pertama kali naek gunung barengannya banyak gini jadi rame pisan euy.. Besok paginya sekitar jam 7an kami memulai pendakian dengan tujuan pertama adlah air terjun cibereum..
trus abis itu tujuannya adalah kandang badak melewati pos air panas yang menyeramkan,ngeri banget deh ngelewatinnya, trus pos kandang batu dan berakhir di kandang badak. Waktu kita nyampe sana udah jam 4an, maunya seh langsung ke puncak biar bisa liat sunset tapi berhubung kondisi fisik para wanita- wanita ini (saya dan Septi khususnya) sudah gak memungkinkan jadi kami memutuskan untuk ngecamp dulu di kandang badak dan besok paginya baru ke puncak Gede. Setelah selesai mendirikan tenda, kami langsung masak karena sudah sangat lapar dan juga karena sudah tidak kuat lagi diluar karena dinggiinn sekaliii.. Bbrr.. setelah selesai makan langsung istirahat, tidur....
Crriinggg... Matahari pagi menyilaukan mata, sudah minggu pagi rupanya,kami menuju puncak setelah semuanya beres, tak lupa berdoa agar perjalanan selanjutnya lancar. Dari kandang badak menuju puncak membutuhkan waktu sekitar dua 2-3 jam kalau normal, tapi berhubung tenaga saya sudah terserap habis, jadi saya yang paling membutuhkan waktu paling lama( maaf ya teman..).
rasa capek kini terhapus sudah saat kami semua berhasil berada di puncak Gede... Haahh.. puas rasanya, tapi sayang pemandangan di sekitar puncak sudah mulai tertutup kabut. Istirahat sebentar sambil berfoto ria.. karena hari sudah mulai siang, kami memutuskan untuk segera turun dan berhenti sebentar di Surya Kencana yang sangat indah dengan padang edelweiss nya.

Kami turun melalui jalur Gunung Putri. Entah kenapa saat turun itu kami bersemangat sekali, terus berlari melewati pendaki- pendaki lain yang juga sedang turun. Permisii..
waktu untuk turun cuma sekitar 2 jam, bandingkan dengan saat naik.. Halahh..
Akhirnya sampe juga di pos Gunung Putri, setelah selesai rapi-rapi dan membersihkan diri, kami menuju warung untuk mengisi perut sembari menunggu angkot jemputan yang akan membawa kami kebawah..
Sampai rumah hari senin dini hari. Ahh... cape tapi pengalaman yang sangat menyenangkan. Terima kasih Badai Giri qu.......