Bukan karena hujan ini jika aku menghindarimu
Bukan karena hujan ini maka aku tak lagi melihat sosokmu
Bukan karena hujan ini kelak aku ingin melupakanmu
Itu hanya karena kamu
Yang mengayuh sepeda di tengah hujan untuk menjemputku
Yang menggenggam tanganku untuk menghapus sepiku
Yang bercerita tentang langit, dimana terdapat bintangmu
Yang memeluk hangat tubuhku
Itu karena kamu
Maka hujan menjadi begitu sendu dan kelabu
Menjadi air mata yang mewakili kepedihan
Menjadi lagu yang mengalunkan kerinduan
Menjadi kata yang tak sanggup terucapkan
Dari kamu aku tahu
Bahwa hujan tak lagi hangat dan menyenangkan
Tak lagi memendamkan kedamaian
Tak lagi memeluk rasa yang membasuh jiwa
Tak lagi ku nantikan saatnya
Dan aku tak ingin lagi merindukan hujan…